Mobil Listrik di Antara Bayang-Bayang Ekonomi Indonesia

0
150
Ilustrasi Mobil Listrik (Ist)

Rotasimarket.com – Langkah serius pemerintah Indonesia untuk mendorong penggunaan kendaraan berbasis energy terbarukan seperti energy listrik semakin terlihat, tentunya ini disambut antusias oleh beberapa produsen otomotif seperti beberapa perusahaan otomotif luar negeri yang berusaha bersaing mendatangkan mobil-mobil listrik ke Indonesia. Katakanlah Hyundai, Lexus bahkan sekelas BMW, Volkswagen hingga Porsche.

Sembari menyeruput kopi milik boss dan menikmati alunan music metal tak jelas, penulis menerawang kembali 7 tahun silam ( karena penulis bukan dukun), saat itu pengembangan mobil listrik di Indonesia begitu menggeliat, bukan oleh kompetitor luar negeri, melainkan mobil- mobil listrik karya anak bangsa sendiri.

Tuxuci dan Selo.. oohhh sungguh merana… bayangkan kini jika dua merk itu bertebaran dengan senyap di jalanan Indonesia, sungguh kita bisa mendongak sombong sambil berkata ‘’We are Indosnesia!!”. Mengutip judul lagu yang trend saat ini “entah apa yang merasuki-mu” tujuh tahun yang lalu saat kendaraan listrik masih diuji coba & dikembangkan di negara lain bahkan belum mendominasi seperti saat ini, para anak bangsa penggagas mobil listrik ini harus terbungkam oleh “hantu-hantu birokrasi” yang menghancurkan hasil karya mereka. Pembaca pun mungkin lebih tahu bagaimana nasib para ahli yang notabene adalah pemuda-pemudi Indonesia tersebut.

Oke… fine… seruput dulu kenikmatan sang hitam…

Terlepas dari kisah kelam mobil listrik karya anak bangsa yang terpinggirkan, ada bijaknya penulis menilik tujuan positif pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan berbasis listrik. Kita tahu sendiri bagaimana dampak penggunaan kendaraan yang beremisi karbon, isu-isu pencemaran lingkungan dan sumber daya mineral tak terbarukan adalah sesuatu yang hangat diperbincangkan saat ini. Negara-negara maju ( yang tentunya merekalah yang lebih dulu meracuni lingkungan) semakin menekankan penggunaan energy terbarukan yang ramah lingkungan. Bagi Indonesia ini adalah solusi mengurangi bahkan menghilangkan polusi kendaraan bermotor di kota-kota besar, selain itu Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas karbon dalam konferensi perubahan iklim ke-21 di Paris Perancis pada Desember 2015. Penerapan kendaraan berbasis listrik tentunya juga akan menambah geliat persaingan ekonomi dari pabrikan otomotif dunia untuk menggelar lapaknya di Indonesia. Sangat mungkin ini akan meningkatkan investasi di dalam negeri.

Akan tetapi… yaahh… layaknya suasana mendung mendayu-dayu siang ini

Terbersit pertanyaan-pertanyaan sedikit pesimis akankah pemerintah mampu mempercepat terlaksananya penggunaan kendaraan berbasis listrik di negeri ini. Tentu banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Yang pertama, Jika penerapan ini dilakukan segera, mampukah Indonesia menyediakan sumber energy listrik yang sedemikian besarnya dalam kurun waktu yang segera pula?, saat ini kondisi sumber energy listrik Indonesia masih tertatih-tatih, pengembangan sumber daya listrik energy terbarukan pun masih lambat.

Yang kedua, mengkonversi infrastruktur penyedia bahan bakar konvensional seperti minyak & gas tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ribuan bahkan jutaan SPBU akan terkonversi sebagai penyedia energy listrik untuk kendaraan-kendaraan berbasis listrik walaupun pengisian energy listrik bisa dilakukan di rumah-rumah.

Yang ketiga, mungkin yang akan sedikit sulit dilakukan adalah mampukah orang-orang Indonesia mengubah pola pikir untuk mengedepankan energy terbarukan dan ramah lingkungan? Tentunya semua akan kembali melirik sisi kondisi ekonomi perkapita masyarakat Indonesia.

Mari…. Seruput kopi terakhir sambil membayangkan kendaraan listrik bersliweran di jalanan Indonesia….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here