UE Rilis Bea Masuk Produk Biodiesel Indonesia Pada Desember 2019

0
36
B20 (Foto: Viva)

Rotasimarket.com – Pada Desember 2019, komisi Uni Eropa (UE) merilis besaran bea masuk produk biodiesel dari Indonesia. Pengenaan tarif ekspor ini akan dilakukan setelah otoritas terkait mengungkapkan hasil penyelidikan terhadap tuduhan antisubsidi biodiesel yang dilakukan UE terhadap Indonesia.

Tuduhan antisubsidi biodiesel dilakukan UE sejak Desember 2018 lalu. Sejak saat itu, sejumlah proses dimulai, mulai dari kuesioner penyelidikan, verifikasi lapangan, dengar pendapat, sampai pengenaan bea masuk sementara.

Adapun sejak September lalu, UE telah mengenakan bea masuk antisubsidi (BMAS) untuk produk biodiesel Indonesia sebesar 8-18 persen. Namun, RI tetap berharap UE dapat menerima argumen yang disampaikan Indonesia dan memutuskan untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan tarif bea masuk.

Indrasari Wisnu Wardhana, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, menyampaikan apabila UE mencabut tarif bea masuk antisubsidi, bea masuk sementara yang sudah dibayarkan para eksportir biodiesel Indonesia akan dikembalikan.

Namun, jika UE mempertahankan pengenaan tarif BMAS sebesar 8-18 persen, maka pemerintah akan mengajukan gugatan lewat WTO.

Tuduhan antisubsidi biodiesel merupakan satu dari 7 kasus yang tengah ditangani Indonesia. Enam kasus lainnya, yaitu dua di antaranya dari AS untuk produk biodiesel dan utilisasi turbin angin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here