Kesepakatan AS-China Yang Belum Jelas, Indeks Shanghai Menguat

0
2
Ilustrasi bursa saham China. (Foto: Ist)

Rotasimarket.com – Di perdagangan awal bulan Desember, Senin (2/12/2019), Bursa saham China dan Hong Kong berada di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, indeks Shanghai mengalami penguatan 0,09% ke level 2.874,45, sementara indeks Hang Seng selaku indeks saham acuan di Hong Kong naik 0,49% ke level 26.475,34.

Bursa saham China dan Hong Kong menguat kala kesepakatan dagang AS-China semakin berwarna abu-abu. Global Times selaku media yang dimiliki oleh Partai Komunis China memberitakan bahwa prioritas utama dari Beijing adalah untuk mendorong AS menghapuskan bea masuk tambahan terhadap produk-produk impor asal China yang sudah dibebankan selama periode perang dagang kedua negara. Pemberitaan tersebut mengutip sumber-sumber yang mengetahui jalannya negosiasi dagang AS-China.

“Sumber-sumber yang mengetahui langsung jalannya negosiasi dagang AS-China memberitahu Global Times pada hari Sabtu (30/11/2019) bahwa AS harus menghapuskan bea masuk tambahan yang saat ini sudah dikenakan, bukan yang akan dikenakan, sebagai bagian dari kesepakatan (dagang tahap satu),” tulis pemberitaan Global Times, seperti dilansir dari CNBC International.

Sebelumnya, prospek ditekennya kesepakatan dagang tahap satu antara AS dan China sudah memudar pasca Presiden AS Donald Trump menunjukkan dukungan terhadap demonstrasi di Hong Kong.

Pada hari Rabu waktu setempat (27/11/2019), Trump resmi menandatangani dua RUU terkait demonstrasi di Hong Kong yang pada intinya memberikan dukungan bagi para demonstran di sana.

RUU pertama akan memberikan mandat bagi Kementerian Luar Negeri AS untuk melakukan penilaian terkait dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Hong Kong dalam mengatur wilayahnya sendiri. Jika China terlalu banyak mengintervensi Hong Kong sehingga membuat kekuasaan untuk mengatur wilayahnya sendiri menjadi lemah, status spesial yang kini diberikan oleh AS terhadap Hong Kong di bidang perdagangan bisa dicabut.

Untuk diketahui, status spesial yang dimaksud membebaskan Hong Kong dari bea masuk yang dibebankan oleh AS terhadap produk-produk impor asal China. RUU pertama tersebut juga membuka kemungkinan dikenakannya sanksi terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong.

Sementara itu, RUU kedua akan melarang penjualan dari perlengkapan yang selama ini digunakan pihak kepolisian Hong Kong dalam menghadapi demonstran, gas air mata dan peluru karet misalnya.

Aksi jual yang sudah menerpa bursa saham China dan Hong Kong dalam beberapa waktu terakhir tampak menjadi faktor yang kini membuat pelaku pasar melakukan aksi beli. Dalam tiga hari perdagangan sebelum hari ini, indeks Shanghai selalu menutup hari di zona merah, sementara indeks Hang Seng sudah jatuh selama dua hari beruntun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here